Alasan Kenapa Ibu Hamil Harus Melakukan USG 4D!

Ultrasonografi 4 dimensi atau biasa disebut USG 4D merupakan prosedur umum yang digunakan untuk melihat kondisi kandungan. Tapi, kenapa ibu hamil harus melakukan USG 4D?

Dibanding USG 3D atau USG 2D, generasi terbaru ini menawarkan fungsi lebih dalam memantau kondisi janin yang dikandung. Citra yang ditampilkan juga lebih jelas dengan gambar yang begitu mendetail. Pada beberapa kasus seperti komplikasi, USG tipe ini justru diharuskan.

Kelebihan USG 4D

USG pada dasarnya difungsikan untuk mencari tahu kondisi sebenarnya dari bayi dalam kandungan. Khusus tipe 4D, kemampuannya dalam memberi gambaran jauh lebih jelas dan mendetail. Dokter kandungan biasanya memakai USG tipe untuk melihat kecacatan pada janin seperti pada bagian jari tangan dan kaki, mulut, hidung, telinga, tulang belakang, dan lainnya.

Pergerakan janin juga bisa dipantau dengan memanfaatkan USG ini, termasuk perilaku keseharian janin. Aktivitas membuka dan menutup mulut, posisi tangan dan kaki, juga pergerakan mata, semua bisa terpantau dengan jelas lewat USG.

Manfaat terpenting dari USG 4D yaitu mendeteksi kecacatan sejak dini. Cacat bawaan lahir seperti kelainan bisa terdeteksi dengan melihat pembuluh darah, volume jantung, dan screening lain. Beberapa kelainan seperti Down syndrome, Edward syndrome, dan Patau syndrome juga bisa dideteksi.

Kapan Harus USG 4D?

Teruntuk ibu hamil yang berisiko tinggi karena memiliki masalah jantung, darah tinggi, atau diabetes, USG tipe ini lebih disarankan. Begitu juga jika punya riwayat melahirkan prematur, pendarahan saat hamil, bayi sungsang, panggul sempit, dan bayi terlalu besar.

Kapan waktu yang ideal untuk USG 4D untuk ibu hamil? Jelas berbeda-beda, tergantung dari kondisi yang sedang dialami. Waktu yang disarankan jelas saat trimester dua dan trimester tiga, atau bergantung pada saran dokter dengan mempertimbangkan kondisi ibu dan bayi.

Waktu terbaik yaitu saat kehamilan berusia 26-30 minggu. Hal ini karena lemak belum memadat sebelum usia 26 minggu sehingga hasil USG kemungkinan hanya menampilkan tulang wajah. Sementara ketika usia kehamilan di atas 30 minggu, kepala bayi sudah masuk ke jalan lahir sehingga wajahnya sulit dilihat.

Prosedur USG 4D

Tak berbeda dengan USG 2D atau USG 3D, dokter juga akan menerapkan cara yang sama. Cairan pelumas dioleskan pada perut untuk pertama, kemudian alat pemindai perut (transducer) akan digerakkan di atas perut untuk melihat pergerakan bayi.

Hanya saja, tingkat kekeruhan air ketuban dan ketebalan lapisan perut bisa mempengaruhi hasil pemindaian sehingga gambar menjadi tidak maksimal. Tapi asalkan dimanfaatkan sesuai prosedur dan anjuran dokter, tak ada efek samping yang dihasilkan.

USG pada dasarnya merupakan pemeriksaan kehamilan untuk memantau kondisi kesehatan bayi. Mengambil USG jenis apapun sebenarnya tak masalah, tapi detail yang dihasilkan tak akan sejelas saat menggunakan USG 4D.